• Mengapa Arsitek harus ber-SKA ?

    Undang – Undang No 18 Tahun 1999, tentang JASA KONSTRUKSI:

    Memberlakukan Perencana konstruksi dan pengawas konstruksi orang perseorangan harus memiliki sertifikat keahlian (SKA) dan mulai berlaku 1 (satu) tahun terhitung sejak diundangkan (tahun 2000). Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) merupakan Asosiasi Profesi terakreditasi di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) untuk memproses sertifikat keahlian (SKA).
     

    Apa itu SKA Utama, Madya, Pratama?

    SKA Arsitek Utama

    1. Telah mengikuti Penataran Kode Etik & Tata Laku Profesi Arsitek, serta mengikuti Penataran Strata 1 - 6
    2. Telah menangani 8 - 10 proyek tata olah lengkap & pengalaman bekerja 12 tahun.
    3. Menguraikan 3 proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi dalam 13 butir Standar Kompetensi Arsitek.
    4. Melampirkan 3 proyek dengan gambar Arsitektur, tampak, potongan, perspektif, foto proyek berikut surat keterangan dari pengguna jasa/surat tugas/surat perintah kerja/surat keterangan dari pimpinan biro.
    5. Pendidikan minimum S1 Arsitektur dan lampiran ijazah – transkrip.
    6. Melunasi iuran anggota biasa sampai dengan tahun berjalan dan bersedia diwawancara.             

    SKA Arsitek Madya

    1. Telah mengikuti Penataran Kode Etik & Tata Laku Profesi Arsitek, serta minimum mengikuti 4 Penataran Strata (1,2,3,5)
    2. Telah menangani 6 proyek tata olah lengkap & pengalaman bekerja 5 tahun
    3. Menguraikan 3 proyek yang memiliki jenis/fungsi yang berbeda dalam 13 butir Standar Kompetensi Arsitek
    4. Melampirkan 3 proyek dengan gambar Arsitektur, tampak, potongan, perspektif, foto proyek berikut surat keterangan dari pengguna  jasa/surat tugas/surat perintah kerja/surat keterangan dari pimpinan biro.
    5. Pendidikan minimum S1 Arsitektur dan lampiran ijazah – transkrip
    6. Melunasi iuran anggota biasa sampai dengan tahun berjalan dan bersedia diwawancara

    SKA Arsitek Pratama

    1. Telah mengikuti Penataran Kode Etik & Tata Laku Profesi Arsitek dan minimum mengikuti 2 penataran Strata
    2. Telah menangani 3 proyek tata olah lengkap & pengalaman bekerja 2 tahun
    3. Menguraikan 3 proyek dengan tingkat kompleksitas rendah dalam 13 butir Standar Kompetensi Arsitek
    4. Melampirkan 3 proyek dengan gambar Arsitektur, tampak, potongan, perspektif, foto proyek berikut surat keterangan dari pengguna jasa/surat tugas/surat perintah kerja/surat keterangan dari pimpinan biro.
    5. Pendidikan minimum S1 Arsitektur dan lampiran ijazah – transkrip
    6. Melunasi iuran anggota biasa sampai dengan tahun berjalan dan bersedia diwawancara

    *Informasi formulir dan dokumen lainnya untuk pengajuan Permohonan SKA Baru dapat dilihat di http://bit.ly/1qUTUOh

    Apakah yang dimaksud dengan Standar Kompetensi Arsitek dan jenis proyek apa yang harus diuraikan?

    Standar Kompetensi Arsitek disusun sebagai acuan dalam menilai kemampuan seorang arsitek dalam menjalankan keahliannya. Standar ini dimaksudkan untuk merumuskan kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan unjuk kerja yang disyaratkan. Mengenai jenis proyek adalah terkait dengan tingkatan kompleksitas, untuk keterangan lebih detail dapat dilihat pada lampiran SKA.

    Mengapa harus membayar iuran anggota profesional IAI untuk masa berlaku 3 tahun?

    Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta, Nomor 132 Tahun 2007 pasal 8 yaitu masa berlaku IPTB adalah untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun. Kemudian dalam rangka tertib administrasi keuangan serta mengurangi resiko keterlambatan pembayaran anggota profesional IAI pada setiap tahunnya, maka  Anggota Profesional IAI yang mengajukan IPTB diwajibkan membayar iuran selama 3 (tiga) tahun.

    Biaya Permohonan SKA Baru (belum termasuk biaya iuran anggota, dan kartu anggota)  

    SKA Utama Rp. 4.000.000,-
    SKA Madya Rp. 2.500.000,-
    SKA Muda  Rp. 1.800.000,-

    Biaya SKA Perpanjangan (belum termasuk biaya iuran anggota, dan kartu anggota)  

    SKA Utama Rp. 2.000.000,-
    SKA Madya Rp. 1.500.000,-
    SKA Muda  Rp. 1.800.000,-

    Iuran Anggota Profesional IAI (ber-SKA) :  Rp 400.000,- / tahun
    Iuran Anggota Biasa IAI : Rp 200.000,- / tahun
    Kartu e-IAI Jakarta : Rp 50.000,-

    Mengapa Arsitek harus memiliki IPTB untuk berpraktek di Jakarta?

    Peraturan Gubernur DKI Jakarta, Nomor 132 Tahun 2007, tentang IZIN PELAKU TEKNIS BANGUNAN (IPTB):

    Memberlakukan seluruh perencana Arsitektur wajib memiliki IPTB untuk dapat melakukan pekerjaan perencanaan Arsitektur, dan mulai berlaku efektif pada 3 Maret 2008. IPTB adalah pengganti Surat Izin Bekerja Perencana (SIBP) yang telah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, kecuali SIBP yang telah diterbitkan dinyatakan tetap berlaku sampai izinnya berakhir.

    Apakah syarat dan ketentuan untuk mengajukan permohonan IPTB?

    1. Mengisi Surat Permohonan dan mengisi Dokumen Permohonan  IPTB diperoleh dari DP2B (Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan)
    2. Fotocopy Kartu Anggota IAI yang masih berlaku
    3. Foto ukuran 3 x 4 (dua) lembar latar belakang merah
    4. Tidak sedang dalam kasus atau sanksi DPPB, DKD, DKA
    5. Fotocopy KTP yang masih berlaku
    6. Fotocopy NPWP
    7. Fotocopy ijasah yang dilegalisir asli
    8. Surat keterangan bekerja
    9. Fotocopy SKA yang masih berlaku
    10. Formulir permohonan bermaterai (formulir dari DP2B)
    11. Formulir isian DPPB (formulir dari DP2B)
    12. Surat kuasa (jika diurus oleh orang lain)
    13. SIPTB/SIBP yang akan diperpanjang (untuk perpanjangan dan kenaikan golongan)
    14. Mengisi lembar monitoring (formulir dari DP2B) 

    Bagaimana mendapatkan rekomendasi IPTB dari Pengurus Daerah IAI Jakarta?

    Rekomendasi diberikan kepada pemohon, dengan membawa, mengisi, dan melengkapi persyaratan Dokumen Permohonan  IPTB diperoleh dari DP2B (Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan).

    Apakah yang dimaksud penggolongan IPTB, lalu siapakah yang menentukan penggolongan tersebut?

    Penggolongan IPTB merupakan kriteria yang dimiliki oleh seorang ahli untuk dapat melakukan pekerjaan perencanaan yang terdiri dari 3 (tiga) Golongan yaitu :

    1. Gol A untuk seluruh ketinggian bangunan dan bangunan Pemugaran ;
    2. Gol B untuk bangunan maksimal 8 (delapan) lantai dan
    3. Gol C untuk bangunan maksimal 4 lantai

    Mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta, Nomor 132 Tahun 2007 pasal 6 ayat 2 yaitu Penggolongan IPTB ditentukan berdasarkan rekomendasi dari Asosiasi Profesi.

    Penentuan pengolongan IPTB dilakukan oleh Tim Assesor Daerah IAI Jakarta.

    Biaya Administrasi pembuatan surat rekomendasi IPTB Rp. 500.000,-
    Rincian : - Assesment TAD (3 orang)    Rp. 150.000,-
          - Transportasi   Rp. 180.00,-
                  - Administrasi                       Rp. 120.000,-
                  - Kas Sekretariat IAI Jakarta Rp. 50.000,-
 
15-Oct-2014 - 16-Nov-2014
11-Oct-2014 - 11-Oct-2014
06-Oct-2014 - 12-Oct-2014