oleh : Anthony Adi N

Jakarta, 30 Oktober 2017 - Penghargaan IAI Jakarta tahun 2018 resmi dibuka. Program Penghargaan IAI Jakarta yang semula diadakan setiap tiga tahun sekali, mulai tahun kemarin diubah menjadi setiap tahun. Bapak Steve J. Manahampi selaku Ketua IAI Jakarta membuka acara dengan menegaskan pentingnya acara penghargaan sebagai katalis untuk meningkatkan mutu arsitektur di Indonesia. Beliau mengharapkan kepada media untuk turut serta membantu perkembangan arsitektur nusantara dengan berperan serta secara aktif memberikan rekomendasi karya-karya arsitektur yang layak untuk mendapatkan penghargaan. Dengan adanya rekomendasi dari pihak media, maka diharapkan akan semakin banyak karya-karya arsitektur yang dapat terjaring.

Gelaran acara pembukaan Penghargaan IAI Jakarta 2018 mengundang 5 orang narasumber untuk memberikan gambaran mengenai apa itu Penghargaan IAI Jakarta dan seberapa pentingnya penghargaan ini dalam perkembangan arsitektur nusantara. Kelima narasumber yang hadir adalah sebagai berikut :

1. Bapak Steve J. Manahampi (Ketua IAI Jakarta)
2. Hasan Halim (Perwakilan Dewan Juri / Dewan Penasihat Penghargaan IAI Jakarta 2017)
3. Realrich Sjarief (Perwakilan Pemenang Kategori Anugerah dan Apresiasi)
4. Peter Yogan G. (Perwakilan Pemenang Kategori Apresiasi)
5. Rini N. Haloho (Perwakilan Pengurus Bidang Penghargaan IAI Jakarta)

Arsitek sebagai insan kota harus menjadi pelayan dari isu lingkungan dalam pembentukan kota yang humanis; di sinilah penghargaan akan berperan untuk mengubah paradigma mengenai arsitektur. "Arsitektur tidak hanya membicarakan sesuatu yang indah dan memenuhi ego arsitek atau pemiliknya saja, namun arsitektur harus berperan untuk menjadi solusi masalah dan memberikan sumbangan terhadap kota. Paradigma sebagai solusi belakangan ini mulai kurang diperhatikan karena sebagian besar eksposur terhadap berbagai karya arsitektur hanya mengupas mengenai masalah estetikanya saja," ujar Steve. Dengan menjadikan arsitektur sebagai salah satu solusi maka masalah kota akan dapat diselesaikan tidak hanya yang kasat mata namun juga untuk jangka panjang.

Melibatkan masyarakat dalam perancangan arsitektur selalu menjadi tantangan tersendiri, namun sebelum ikut terlibat di dalamnya, masyarakat tentu harus diedukasi untuk dapat melihat mana yang dianggap baik. Penghargaan IAI Jakarta akan hadir sebagai media edukasi bagi masyarakat untuk memahami arsitektur seperti apa yang dinilai baik, dan pada akhirnya masyarakat diharapkan dapat ikut serta berkontribusi menyaring karya yang memberikan dampak positif dalam perkembangan kotanya. Inilah yang menjadi titik berat dari penghargaan IAI Jakarta, menurut Steve. Pada akhirnya Penghargaan IAI Jakarta akan menjadi tolak ukur sejauh mana praktik profesi arsitektur di Jakarta ini sudah memberikan keuntungan bagi publik kota Jakarta.

Kategori Penghargaan IAI Jakarta 2018

Penghargaan IAI Jakarta secara garis besar dibagi menjadi dua kategori yaitu Anugerah dan Apresiasi. Anugerah adalah penghargaan yang diberikan untuk sebuah karya arsitektur berupa bangunan gedung, sedangkan Apresiasi diberikan kepada hal-hal lain yang terkait dengan perkembangan arsitektur Indonesia di luar bangunan gedung. Pada kategori apresiasi akan ada sub kategori baru yaitu 35/35, merupakan apresiasi kepada 35 arsitek di bawah 35 tahun yang dianggap potensial di bidang arsitektur dan dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan yang bergelut di bidang arsitektur.

Penjurian Penghargaan IAI Jakarta 2018

Proses penjurian Penghargaan IAI Jakarta 2018 akan terbagi ke dalam 2 tahap, tahap pertama adalah tahap seleksi karya untuk menjadi nominasi, sedangkan tahap kedua merupakan penjurian terbuka di depan juri dan publik. Pada tahap pertama juri hanya akan berhadapan dengan abstraksi dari masing-masing karya tanpa bertemu dengan arsitek terkait. “Oleh karenanya, abstraksi sangat penting untuk dapat memberikan deskripsi dan penyajian yang komunikatif agar juri dapat memahami dengan baik apakah sebuah karya layak untuk menjadi nominasi Penghargaan IAI Jakarta,” ujar Hasan Halim yang menjadi Dewan Juri di Penghargaan IAI Jakarta 2017 lalu.

Pengaruh Penghargaan IAI Jakarta

Menurut Realrich Sjarief, Penghargaan IAI Jakarta bukan hanya sekedar persoalan menang-kalah, namun yang terpenting adalah peer reviews, karena dari situ akan ada evaluasi kembali terhadap karya arsitektur yang sudah terbangun sehingga akan menjadi motivasi dalam memunculkan karya ke depannya. Kemenangan dalam Penghargaan IAI juga membantu publikasi biro konsultan yang dipimpinnya.

Pameran "Titik Awal" yang memenangkan Apresiasi Pameran Arsitektur, memamerkan karya-karya tugas akhir arsitek ternama di Indonesia dinilai dapat menjadi jembatan antar generasi sehingga lebih mendekatkan antar pelaku arsitektur dan juga memberi motivasi terhadap generasi muda untuk tidak patah semangat dalam berkarya, tutur Realrich.

Penerima Apresiasi Penulisan Arsitektur, Peter Yogan, menuturkan bahwa apresiasi penulisan arsitektur bisa menjadi parameter sejauh mana karya tulisan arsitektur sudah dihargai oleh pembacanya, dalam hal ini juri-jurinya. Di samping menjadi parameter, apresiasi terhadap penulisan menjadi kabar baik kepada para pelaku penulisan teks arsitektur untuk menjadi salah satu media publikasi bagi penulisnya, karena saat ini menulis sudah menjadi sebuah pekerjaan.

Peter juga menceritakan bahwa dia dan timnya sempat menemui salah satu juri apresiasi penulisan arsitektur, Prof. Goenawan Tjahjono setelah karyanya mendapat apresiasi. Karya “Stensil Arsitektur”  dianggap layak untuk memenangi sub-kategori Apresiasi Penulisan Arsitektur karena dianggap bernas dan juga memberikan angin segar dalam melihat sebuah perkembangan arsitektur kota. Tulisan dalam Stensil Arsitektur dianggap berhasil menggambarkan mengenai kegelisahan akan diskursus kota dan juga mandeknya arsitektur sebuah kota dengan lugas, dan dengan estetika kata yang menggambarkan emosi yang dapat ditangkap oleh para juri.

Dalam acara pembukaan ini juga sempat dijelaskan mengenai Duta IAI Jakarta. Duta IAI adalah titel sekaligus mandat yang diberikan kepada para pemenang dari tiap kategori penghargaan yang nantinya akan bekerja sama dengan IAI DKI Jakarta untuk menjadi narasumber di setiap program-program IAI. Sebagai penerima penghargaan, para Duta IAI dianggap memiliki kredensial dalam bidangnya yang sudah diuji oleh tim-tim ahli, sehingga kredibel untuk menjadi narasumber ataupun perwakilan IAI Jakarta di dalam bidang masing-masing.

Akhir kata, IAI Jakarta juga membuka diri dan mengundang publik untuk ikut serta merekomendasikan karya-karya arsitektur di seputar Jakarta yang dianggap baik dan layak untuk mendapatkan penghargaan arsitektur. Publik dapat berpartisipasi dengan cara mengunggah foto karya arsitektur tersebut di ranah Instagram, bersama dengan cutout badge REKOMENDASI yang dapat diunduh pada tautan di bawah, memberi tag akun Instagram IAI Jakarta dan pemilik/arsitek bangunan, serta menggunakan hashtag /tagar #PenghargaanIAIJakarta2018.