Era perdagangan bebas yang telah diberlakukan di berbagai negara di dunia didalam pelaksanaannya senantiasa mengacu pada pranata yang diratifikasi dalam Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organisation). Hal ini menuntut kesiapan diberbagai lini, termasuk kualifikasi kompetensi dalam tata atur yang mengedepankan semangat kesetaraan.

Praktik berprofesi Arsitek yang dikategorikan dalam perdagangan jasa, tentu tidak terlepas dari tata atur kesepakatan dari berbagai negara tersebut.

Di kawasan Regional ASEAN, mekanisme pengaturan jasa Praktik Profesi Arsitek telah disepakati bersama.

Hal ini diawali dengan penandatanganan The Asean Agreement Mutual Recognition Arrangement (MRA) on Architectural Services oleh para Menteri Perekonomian ASEAN pada tanggal 20 November 2007. Ini bertujuan untuk memfasilitasi mobilitas arsitek profesional di ASEAN serta menambah pertukaran informasi untuk mempromosikan Praktik Profesi Arsitek yang terbaik sesuai dengan standar pendidikan arsitektur, praktik profesional dan kualifikasinya.

Esensi dari perjanjian ini adalah penyelarasan semangat kooperatif ASEAN, mengacu pada pola distribusi yang adil dalam arsitektur antar negara anggota ASEAN.

Arsitek dimaknai sebagai seseorang yang bekewarganegaraan dari suatu negara anggota ASEAN dan telah dinilai oleh Profesional Regulatory Authority (PRA) sebagai insan yang kompeten dalam berpraktik profesional arsitek, di negara anggota ASEAN.

Didalam Berpraktik Profesi Arsitek lintas batas di ASEAN ini dituntut kecakapan, kemampuan pemahaman teknis, moral yang berkualitas secara hukum dan terdaftar serta bersertifikat.

Sertifikat tersebut diterbitkan oleh PRA, sesuai dengan pranata dalam Architectural Services yang tercakup dalam Central Product Classification (“CPC”) 8671 sebagai parameter atau benchmark.

Sertifikat ASEAN Architect ini, diberikan pada insan arsitek yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh PRA, dengan masa berlaku selama periode waktu tertentu, dan setelahnya diadakan perpanjangan masa berlaku. Hal ini bertujuan untuk pemantauan (monitoring) dan evaluasi guna tetap terjaganya kualitas dan kualifikasi kompetensi dari pemenang sertifikat tersebut.

Salah satu prasyarat untuk perpanjangan masa berlaku sertifikat ASEAN Architect tersebut adalah pemenuhan Nilai Kumulatif yang diperoleh melalui kesertaan pemegang Sertifikat ASEAN Architect tersebut mengikuti Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (Continuing Profesionalism Development) yang diselanggarakan oleh institusi yang berkompeten.

Sosialisasi dan penyebaran informasi yang lebih rinci dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ASEAN Architect ini akan diurai dan diselenggarakan sebagai salah satu kegiatan dalam rangkaian Konvensi Arsitektur di Makassar, Sulawesi Selatan pada hari Kamis 6 April 2017.


Download Formulir Pendaftaran Architecure Convention disini