Adhi Moersid, Mantan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Nasional tahun 1985, dipilih menerima penghargaan khusus kategori “Gold Medal” pada Malam Penganugerahan Penghargaan IAI Jakarta yang berlangsung tanggal 29 April 2017 di Ruang Auditorium Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. (lihat artikel selengkapnya di sini).

Penghargaan “Gold Medal” ini merupakan penghargaan kategori khusus, diberikan kepada arsitek anggota IAI yang berjasa dan memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan arsitektur Indonesia. Tahun 2017 ini menjadi kali pertama penghargaan khusus tersebut dianugerahkan oleh dewan juri Penghargaan IAI Jakarta yang terdiri dari Dewan Kode Etik Daerah.

Pada tanggal 19 Juli 2017, mewakili jajaran pengurus IAI Jakarta, Penghargaan tersebut diberikan langsung kepada Adhie Moersid oleh wakil ketua IAI Jakarta Ariko Andika bina berserta pengurus lainnya di kantor Atelier 6, dikarenakan pada saat malam penganugerahan, beliau berhalangan untuk hadir.

Perjalanan Adhie Moersid di Dunia Arsitektur

Kelahiran Bogor pada tahun 1937,  Adhie Moersid telah memulai kiprahnya di dunia arsitektur sejak tahun 1964. Pada tahun 1964 itu, beliau mendapat kesempatan untuk duduk di tim 1 perencanaan pembangunan venue CONEFO (Conference of New Emerging Forces) yang kini menjadi kompleks MPR-DPR. Kemudian bersama dengan rekan-rekan sekerjanya, beliau mendirikan Biro Arsitek Atelier Enam di tahun 1968.

Pada tahun 1970 beliau menjadi dosen di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Di tahun 1977,  Adhie Moersid menjadi bagian dari tim pendiri ARCASIA (Architects’ Regional Council Asia), dilanjutkan dengan menjadi signatory konstitusi ARCASIA pada tahun 1979.

Berbicara tentang karya arsitektur, salah satu hasil karya Adhie Moersid yang paling berkesan adalah Masjid Said Naum yang dibangun pada 1975. Beliau menyisipkan arsitektur tradisional Jawa, yang dikemas dalam sebuah bentuk yang modern. Rancangan ini kemudian memenangkan kompetisi yang diadakan Pemda DKI tahun 1975, karena dianggap berhasil merepresentasikan karakter arsitektur tradisional, cocok dengan lingkungan sekitar dan menggunakan material lokal. Atas alasan yang serupa, bangunan masjid yang selesai pembangunannya pada 1977 ini mendapatkan penghargaan Honourable Mention dari Aga Khan Award for Architecture pada 1986.

Karya lain Adhie Moersid yang menyita perhatian masyarakat adalah Masjid KH Hasyim Ashari di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Masjid ini merupakan masjid raya pertama DKI Jakarta yang  diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, yaitu pada bulan April 2017. Terdapat tiga konsep yang dipakai sebagai desain bangunan masjid. Konsep tropis, membumi atau lekat dengan unsure kebudayaan lokal Betawi, serta permaculture atau konsep arsitektur yang dapat dijadikan sebagai tempat untuk meningkatkan ketahanan pangan yang ada di daerahnya. Sejumlah karya-karya dari Adhi Moersid telah dibukukan dengan judul 'KAGUNAN: Karya Arsitektur Adhi Moersid'.

Atas dedikasi Adhi Moersid yang telah berkiprah dalam dunia arsitektur untuk pembangunan Indonesia selama 53 tahun, sudah sepantasnya beliau menerima apresiasi oleh public maupun penggiat arsitektur. Hal inilah yang melatar belakangi keputusan dewan juri untuk memberikan penghargaan IAI Jakarta kategori “Gold Medal” kepada Adhi Moershid.