#HUNI_KOMUNAL

ARCHITECTURE EXHIBITION

Lokasi dan Tanggal
Kedai Ketan Susu
25 Maret - 2 April 2017
Jl. Cilandak Tengah No.3, Cilandak Barat, Jakarta Selatan

Bermukim Bersama, Tumbuh Bersama

Kota adalah masa depan dunia. Saat ini 54% penduduk dunia hidup di kota. Diproyeksikan tahun 2050, angka tersebut sudah mencapai 66% (World Bank, 2014). Kota menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dunia, perkembangan seni budaya masyarakat, dan sarana pertukaran ilmu pengetahuan umat manusia. Dengan segala kelebihan kota, adalah sebuah keniscayaan bila umat manusia kemudian berkumpul dan hidup bersama.

Hidup di kota berarti adalah hidup efisien, compact, dan berbagi. Kota tidak dapat membesar, namun penghuni akan bertumbuh. Oleh karena itu, hidup di kota harus memiliki sifat menerima perbedaan, mau membagi ruang, dan pikiran terbuka.

Masyarakat Indonesia sendiri adalah masyarakat yang mulai beralih dari masyarakat yang hidup di ruang perdesaan menjadi masyarakat yang hidup di ruang kota. Itulah mengapa di Nusantara ini kita banyak menemui sebuah komunitas unik yang disebut kampung-kota. Kampung-kota adalah sebuah hasil dari budaya peralihan dari desa menuju kota.

Kampung-kota bisa menjadi sebuah “laboratorium hidup” yang baik bagaimana sebuah kota bertumbuh secara organik. Namun dalam perjalanan ke depan, kampung-kota pun harus ditata dalam aturan yang tegas agar syarat-syarat menjadi elemen sebuah kota yang sehat dan modern dapat tercapai.

Dalam pameran ini, para arsitek yang terdiri dari ANDParsitek, BE studio, moreids, MJB Architects, RDMA & sigit.kusumawijaya bekerja sama dengan para klien yang berpikiran terbuka beserta mahasiswa-mahasiswa arsitektur UI menampilkan sebuah petunjuk bahwa kota adalah tentang hidup bersama. Mereka mencoba menampilkan beberapa karya hasil penelitian dan riset tentang bermukim secara komunal. Hasil-hasil pengembangan desain adalah upaya dalam mencoba menggali lebih dalam tentang hidup bersama dalam kerangka cara hidup masyarakat Nusantara.

Cara hidup masyarakat yang sudah teruji dalam ribuan tahun di kepulauan Nusantara sangat penting diangkat agar hidup mengkota ini sesuai dengan iklim dan daya dukung tanah. Intinya, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan kebiasaan masyarakat, cara hidup bersama ini dapat menghasilkan sebuah kota yang masyarakatnya dapat tumbuh bersama-sama.

Arsitek

  • @andipratama - @andp_arsitek
  • @erickbudhi & @budiarti_prananingrum - BEstudio
  • @farrizky Astrawinata & Priyanto - @moreidsarchitect
  • @michaelbrohet - MJB architects
  • @adikritz & @rdmadesigns - @rdmabandung
  • @sigitkusumawijaya - SIG sigit.kusumawijaya | architect & urbandesigner
  • Prisca Winata - Student of UI Architecture
  • Stevanny Putri - Student of UI Architecture

Text by: @prabhamwulung