Malam Penghargaan Sayembara Transport Hub di Kawasan Dukuh Atas

Transport Hub Mempercantik Wajah Jakarta


Oleh : Indah Cahyani Putri

Tidak lama lagi warga Jakarta harus bersiap-siap untuk merubah paradigmanya dalam bertransportasi. Perubahan paradigma ini adalah dengan tidak lagi berorientasi pada kendaraan pribadi terutama mobil akan tetapi lebih berorientasi pada berjalan kaki dan kendaraan umum massal. 

Perubahan ini tentunya tidak hanya berhenti pada penyediaan sistem transportasi massal yang memadai akan tetapi juga konsep pembangunan kotanya haruslah memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penghuninya, termasuk didalamnya dalam penataan kawasan, arus penumpang, serta integrasi antarmoda.

Demi untuk mewujudkan perubahan ini, MRT Jakarta yang hadir tidak hanya sebagai sistem transportasi baru di Jakarta juga sekaligus menawarkan perubahan mobilitas gaya hidup bagi warga Jakarta, terutama dalam hal bertransportasi publik dan juga memanusiakan Jakarta itu sendiri.

Kelak, keberadaan transport hub yang akan dibangun ini tentunya akan memiliki peran yang sangat penting karena dapat mendukung perubahan pergerakan manusia untuk lebih memprioritaskan mobilitas dengan berjalan kaki. Selain itu, keberadaan transport hub ini kelak dapat memberikan kemudahan warga Jakarta dalam melayani perpindahan pergerakan manusia serta barang bawaannya dengan moda transportasi darat lainnya yang lokasinya berdekatan seperti Railink – Kereta Api Bandara, KRL Commuter Jabodetabek, Trans Jakarta serta 2 koridor LRT / MRT. Salah satu lokasi strategis yang akan akan mempercantik Kota Jakarta dengan Transport Hub nya adalah di daerah Dukuh Atas.

Pembangunan transport hub Dukuh Atas ini memang sudah direncanakan sejak lama oleh Pemerintah DKI Jakarta dan demi untuk mendapatkan desain yang selain bagus tentunya harus berdaya guna maka PT. MRT Jakarta menggandeng IAI Jakarta menyelenggarakan sayembara desain Transport Hub di Kawasan Dukuh Atas.

Disinilah peran para arsitek dan terutama arsitek muda – generasi milenial Indonesia diuji untuk bagaimana dapat menciptakan sebuah kawasan yang selain nyaman, aman, dan berdaya guna bagi warga Jakarta. “Menurut saya sayembara ini merupakan sebuah tantangan bagi Arsitek dan arsitek muda di Indonesia karena bagaimana agar dapat mendesain sebuah kawasan yang bagus tetapi berdana tidak mahal karena mendesain yang bagus dan berbiaya mahal itu sudah biasa,” ujar Stevanus J. Manahampi, IAI - Ketua IAI Jakarta.

Sayembara Transport Hub di Kawasan Dukuh Atas

MRT Jakarta sebagai operator utama untuk mengelola kawasan berorientasi transit ini mengadakan sayembara untuk mendesain kawasan berorientasi transit di Dukuh Atas, termasuk didalamnya pengembangan lahan di sekitarnya sebagai transport hub. Adapun salah satu persyaratan dalam desainnya adalah lebih menitik beratkan pada kawasan berorientasi transit sehingga dapat mendatangkan beberapa keuntungan bagi warga Jakarta, antara lain dapat mengurangi penggunaan kendaraan, kemacetan jalan, polusi udara dan beberapa syarat lainnya.

Melalui masa penilaian yang lumayan panjang, maka pada akhirnya 27 September 2018 dijadikan sebagai malam penobatan desain terbaik manakah yang kelak akan dipergunakan untuk proyek Transport Hub di Kawasan Dukuh Atas ini. Adapun para Arsitek dan arsitek muda Indonesia yang berhasil meraih predikat juara 1, 2 dan 3 ini berhasil diraih oleh :

Juara pertama 
Nomor peserta PRO_MRT_2018_053 dengan konsep Regreeneration Jakarta diraih oleh Risa Prominda, Cahya Kurniawan, Steven Widyatmadja, Janitra Satriani, dan Arry Abdulrachman W.

Juara kedua
Nomor peserta PRO_MRT_2018_009 dengan konsep Taman Transit diraih oleh Muhammad Thamrin, Arif R. Hidayat, Darmawan Winaga, De Gayantina Thamrin, dan Khosyiatillah Hakim.

Juara ketiga
Nomor peserta PRO_MRT_2018_062 dengan konsep The Urban Acupuncture diraih oleh Kurniadi Herawan, David W. Sampurna, Suryanaga Tantora, Achmad N Maulana, M Khoirol Huda.

Selain memamerkan hasil karya ketiga pemenang ini, PT MRT Jakarta dan IAI Jakarta juga memamerkan enam besar berupa maket hasil karya sayembara serta 4 peserta lain yang terpilih dari 24 karya yang lolos dari tahap penjurian teknis ini sehingga masyarakat umum dapat melihat hasil karya para arsitek-arsitek terbaik Indonesia.

Terlihat bahwa semua hasil karya para arsitek ini mengandung prinsip-prinsip yang menjadi tolak ukur bagi kehadiran sebuah Transport Hub seperti pengembangan fungsi campuran dalam radius tempuh pejalan kaki, memaksimalkan kepadatan serta keaktifan di sekitar stasiun transit, dan sebagainya.

Kelak, kehadiran konsep transportasi terintegrasi di Stasiun Dukuh Atas ini akan mengatur arus penumpang yang menggunakan lima moda tranportasi berbeda di kawasan ini, yaitu MRT Jakarta, Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta, kereta bandara (railink), kereta komuter (commuterline), dan kereta 2 Light Rapid Transit (LRT) yang sedang akan dikembangkan oleh pemerintah dan pihak swasta.

Oleh karenanya dengan hadirnya MRT Jakarta selain sebagai sistem transportasi baru di Jakarta juga akan menawarkan sebuah perubahan mobilitas gaya hidup bagi warganya. Dalam hal ini tentunya dikhususkan untuk transportasi publik sehingga dapat memanusiakan Jakarta.

Diharapkan dengan kehadiran transport hub di dalam kawasan Dukuh Atas ini dapat memiliki peran yang sangat penting karena dapat mendukung  terjadinya perubahan pergerakan manusia untuk lebih memprioritaskan mobilitas dengan berjalan kaki tanpa harus repot lagi menggunakan kendaraan pribadi.