Kejayaan berarsitektur di sebuah tempat menjadi sempurna apabila ditopang oleh budaya yang timbul dari masyarakat di tempat itu. Berbicara mengenai arsitektur vernakular, Indonesia merupakan tempat yang kaya akan ragam arsitektur tradisionalnya. Salah satu yang belakangan ini menonjol dan memberi warna pada identitas arsitektur Indonesia adalah Arsitektur Sumba. Daya tarik kekayaan tanah Sumba yang unik sedang menjadi sumber inspirasi yang hangat di berbagai bidang.

Kegiatan rutin dalam program bidang Pendidikan dan Pengkajian Arsitektur kali ini mengangkat tentang karya dan metode desain proyek arsitektur sosial di Sumba oleh 3 tim arsitek muda Indonesia. Dalam rentang sekitaran tiga hingga lima tahun terakhir, ada karya arsitektur sosial Sumba mengKini yang sedang dan sudah terbangun.

Rangkaian acara dalam tema ini dimaksudkan untuk memberi gambaran bagaimana Sumba telah memanggil dan menginspirasi beberapa arsitek muda kita berkarya. Kreatifitas mengolah menghadirkan kembali arsitektur Sumba mengKini tanpa kehilangan identitas, karakter khasnya. Proses dan kisah dari Arsitektur Sumba mengKini yang ditampilkan diharapkan bisa memperkaya wacana dan diskursus desain dari perkembangan desain arsitektur sosial yang bernafaskan arsitektur nusantara di tanah air yang ditampilkan dalam acara diskusi dan presentasi model ‘Talkshow’ sebagai fokus utama.

Diseputaran itu akan ada beberapa acara lain seperti pameran model karya tadi, presentasi buku Sumba, juga pemutaran film yang mengangkat rekaman pesona tanah Sumba. Khususnya untuk bedah buku akan menghadirkan buku mengenai Sumba yang masih segar, yakni ‘Berburu dan Berguru di Tanah Marapu’ yang menyajikan dokumentasi lengkap dari seluruh kekayaan khasanah arsitektur Sumba.

Acara Talkshow ini akan mencoba menggali sejauh mana pemahaman kita khususnya para arsitek muda Indonesia akan arsitektur tradisionalnya sendiri khususnya arsitektur Sumba. Apa yang menjadi latar belakang lalu apa yang telah dilakukan dalam proses membangun mengKinikan dan menggali kekayaan arsitektur tradisional Indonesia khususnya arsitektur Sumba? Melalui proyek arsitektur sosial mungkin akan ada alternatif bagaimana arsitektur tradisional Sumba dapat terus bertahan, berkembang seiring jaman sambil turut memberi sumbangan dalam pendidikan arsitektur atau menjangkau dimensi lain di sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Siapa tahu ini menjadi salah satu pelestarian aktif bagi arsitektur tradisional Indonesia tetap hidup secara nyata.


Kamis, 05 Oktober 2017

16.00-18.30 WIB

Jakarta Convention Center (JCC

KUM: 2


Pendaftaran di sini