Dalam usaha konservasi arsitektural kawasan dan bangunan cagar budaya, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain pemugaran, restorasi, rehablitasi, dan renovasi. Sebagai arsitek, pendekatan penanganan bangunan cagar budaya dapat dilakukan dengan mengadopsi gaya arsitektur bangunan eksisting, atau menyuntikkan gaya arsitektur yang baru, yang dikenal dengan jukstaposisi.

Jukstaposisi sendiri dimaksudkan sebagai salah satu cara agar kehadiran museum dalam masyarakat menjadi lebih ‘seirama’ dengan kondisi masa kini. Peranan museum sebagai sarana edukasi sosial-budaya tentunya tidak dapat tergantikan walaupun dengan adanya perkembangan teknologi dalam konteks penyebaran informasi. Untuk itulah perlu dilakukan upaya-upaya agar museum dapat berperan aktif dalam menjalankan fungsinya di masyarakat, salah satunya dengan jukstaposisi rancangan bangunan museum sebagai salah satu daya tarik bagi masyarakat terhadap museum.

Pada prakteknya di Indonesia, masih sedikit kita jumpai pendekatan jukstaposisi, dimana terdapat adisi bangunan yang kontras dengan bangunan aslinya. Pendekatan yang dilakukan cenderung berupa rekonstruksi total atau penambahan dengan adopsi gaya arsitektur yang sama dengan bangunan lama. Padahal, jika dilakukan dengan benar, konsep jukstaposisi dapat menambah nilai baru pada bangunan lama, agar dapat beradaptasi seiring dengan perkembangan zaman.

Salah satu contoh pendekatan jukstaposisi ini adalah Museum Nasional Indonesia atau yang dikenal juga sebagai Museum Gajah. Skema pengembangan museum ini, dirancang oleh Aboday, yang terpilih melalui sayembara tertutup yang diadakan pada tahun 2011. Aboday menawarkan gaya arsitektural yang berbeda dengan kondisi eksisting museum. Aboday juga mengintegrasi museum dengan area sekitarnya, sehingga menambah nilai museum sebagai bangunan publik dalam konteks kota.


Narasumber :

  • Bryan Reinhard (Aboday Design)
  • Arya Abieta (Studio 83- PT. Wastu Adi Olahrupa)
  • Ade Purnama (Sahabat Museum)
  • Nadia Purwestri (Pusat Dokumentasi Arsitektur)


Moderator:

Dinar Ari Wijayanti


Sabtu, 4 November 2017

Pukul 09.00-16.00 WIB

 Selasar Museum Nasional (Museum Gajah)

KUM; 6


Pendaftaran di sini

.