ZWCAD For IAI: Siasat Teknologi untuk Menghemat Waktu Pengajuan IMB


Oleh : Ellen Kusuma

Ada banyak langkah yang harus dilalui sebelum suatu bangunan dapat berdiri tegak, seperti mengurus pengajuan IMB atau Izin Mendirikan Bangunan. Untuk mengurusnya, ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi, lengkap dengan lampiran-lampiran sehubungan dengan bangunan yang akan didirikan.

Melampirkan tabulasi area adalah salah satu tantangan yang harus dihadapi arsitek. Perihalnya, melengkapi data tabulasi area membutuhkan ketelitian dan kejelian, sehingga biasanya memakan banyak waktu. Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang berwenang atas IMB pun menghadapi hal serupa. Ketika ada kesalahan dalam lampiran, maka proses pengeluaran IMB pun tersendat, dan arsitek harus mengirimkan kembali data tabulasi area yang benar.

IAI Jakarta mengerti hal ini dan berbagi solusinya pada Kamis, 18 Oktober 2018 lalu. Bekerjasama dengan PT.Piranti Nusa Teknologi dan ZWSOFT, IAI Jakarta mengadakan acara Temu Wicara & Peluncuran ZWCAD for IAI dengan tajuk “Pemanfaatan Teknologi dalam Percepatan Perizinan Bangunan Gedung di Jakarta” untuk membahas terobosan teknologi baru yang dapat memudahkan kerja arsitek dan pihak Dinas Penanaman Modal dan PTSP.

Turut hadir di acara ini sebagai narasumber sesi Temu Wicara adalah Stevanus J. Manahampi (Ketua Umum IAI Jakarta), Iwan Kurniawan, S.T, M.T (Kepala Bidang Pelayanan Teknis Dinas Penanaman Modal (PM) & Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta), dan Sabrina Wang (Indonesia Country Manager) dari ZWSOFT, yakni perusahaan penyedia perangkat lunak dan layanan yang dapat diandalkan untuk pengguna CAD / CAM / CAE di seluruh dunia.

Sesi temu wicara yang dipandu Dorri Herlambang dari IAI Jakarta dimulai dengan Iwan yang menyebutkan bahwa tantangan dari pengurusan IMB adalah pemahaman regulasi dan proses pengajuan yang tidak merata antar para arsitektur. Oleh karena itu, ke depannya Iwan berharap akan ada standardisasi atau pedoman untuk lampiran data dari arsitek saat mengajukan IMB, sehingga saat mereview perencanaan tata bangunan tidak menghabiskan banyak waktu.

Stevanus, yang akrab disapa Steve, mengiyakan hal ini. Ia menyebutkan salah satu kendala arsitek dalam mengajukan IMB adalah penghitungan area tabulasi yang cukup memakan waktu. IAI Jakarta mencari solusinya dengan menggandeng ZWSOFT, yang terkenal dengan software ZWCAD, aplikasi CAD yang dilengkapi fitur-fitur yang memudahkan arsitek dalam membuat dan mereview draf kerja.

Sabrina menjelaskan ZWSOFT senantiasa berupaya mengembangkan fitur-fitur inovatif di ZWCAD, di antaranya: "File Compare" sebagai fitur untuk membandingkan dua file sekaligus dalam satu klik. Selain menghemat waktu kerja, fitur ini juga meminimalisir human error saat melakukan komparasi file.

Hasil dari kerjasama ini adalah ZWCAD for IAI. Produk ini berupa software CAD yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan arsitek Indonesia, salah satunya adalah automisasi tabulasi area. Hal yang biasanya bisa memakan waktu berhari-hari, dengan menggunakan fitur ZWCAD for IAI bisa selesai dalam hitungan detik hingga menit! Terbayang bagaimana hal ini bisa membantu para arsitek dalam segi efisiensi waktu. Fitur khusus lainnya adalah standardisasi warna layer yang akan memudahkan pengecekan fungsi-fungsi dalam bangunan untuk pihak Dinas PM & PTSP.

“Saya mengapresiasi ZWSOFT sebagai satu-satunya vendor yang melihat concern dari Dinas (Penanaman Modal dan) PTSP dan IAI Jakarta terhadap pengurusan IMB ini tidak dari sisi komersialisasi,” ujar Stevanus saat mengomentari kolaborasi yang dilakukan IAI Jakarta dan ZWSOFT ini. Ketua Umum IAI Jakarta ini juga melihat ini menjadi satu langkah yang baik untuk mendukung standar perizinan pendirian bangunan di tingkat nasional.

Sabrina menambahkan bahwa masukan dan inspirasi yang berlangsung selama kolaborasi ini juga membantu ZWSOFT dalam mengembangkan aplikasi ZWCAD yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya, terutama arsitek di Indonesia, dan pula menjadi aplikasi dengan harga yang terjangkau.

Sesi talkshow diakhir dengan tanya jawab yang berlangsung seru karena antusiasme peserta acara untuk mengetahui fitur dan mekanisme ZWCAD for IAI, seperti ketersediaan aplikasi yang saat ini masih terbatas untuk Windows OS (32 bit dan 64 bit). Sabrina mengkonfirmasi bahwa aplikasi Mac OS akan tersedia dalam beberapa update ke depan dan mengembangkan fitur-fitur di dalam aplikasi ini lebih baik. ZWSOFT dan IAI Jakarta juga akan menyelenggarakan workshop penggunaan ZWCAD agar penggunaanya bisa optimal.

Acara kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi langsung penggunaan ZWCAD oleh Heri Agus Purwono, Software Development Engineer ZWCAD for IAI, bersama dengan Stevanus. Demo ini berlangsung seru, terlihat dari antusiasme peserta yang kerap mengajukan pertanyaan.

Penutupan acara berlangsung meriah dengan bagi-bagi doorprize, berupa 1 set coffee maker, 1 set hard disk eksternal sebesar 2TB, dan 10 kode lisensi yang valid 1 tahun ZWCAD for IAI. Hadiah utamanya adalah 2 kode lisensi yang valid digunakan seumur hidup. Memang, salah satu penawaran unggul dari ZWCAD for IAI ini adalah perpetual license atau lisensi seumur hidup, yang membuat harga software ini lebih terjangkau.

Secara umum, para peserta menyambut hasil kolaborasi IAI Jakarta dan ZWSOFT dengan baik. Peserta bernama Khattiya dari Project Division Konsorsium Kota Tua Jakarta menyebutkan bahwa ia tertarik dengan aplikasi ZWCAD for IAI ini, terutama karena adanya standardisasi warna layer yang akan membantu kerjanya sebagai arsitek.

Peserta lainnya, Pradnya Paramarta, Arsitek Junior dari P.T. Wastu Adi Olahrupa dan salah satu pemenang doorprize kode lisensi 1 tahun ZWCAD for IAI mengutarakan bahwa ia senang dapat mencoba aplikasi baru ini, khususnya fitur penghitungan tabulasi area yang biasanya menghabiskan waktunya sampai berhari-hari.

ZWCAD for IAI akan tersedia di awal November. Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan, silakan hubungi: https://iai-jakarta.org/. Anggota IAI akan mendapat harga spesial.