IAI Jakarta Gelar Festival Arsitektur Bantaran Sungai di BKT, Dorong Sungai Jadi Ruang Publik

08 September 2026 14:29 WIB | 3 menit waktu baca

PEDESTERIAN-BKT-Ketua-Ikatan-Arsitek-Indonesia-IAI-Arsitek-Teguh-Aryanto.jpg

DUREN SAWIT - Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jakarta menggelar festival Arsitektur Bantaran Sungai di Banjir Kanal Timur (BKT) Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2026) sore.

Kegiatan ini bakal berlangsung sampai Minggu (6/9/2026) mendatang dengan tujuan mengedukasi masyarakat peran dari sungai. Mereka juga menggelar sejumlah kegiatan seperti talkshow peranan sungai dan penyuluhan kepada warga di RT/RW setempat mengenai rumah sehat.

Ketua IAI, Arsitek Teguh Aryanto menjelaskan, kegiatan lain berupa Arsitek Goes to School untuk memperkenalkan profesi tersebut, peranan sungai dan mengenai pentingnya rumah sehat. "Kemudian ada festival layang-layang itu rencananya besok, kita lomba layang-layang, kita ingin membuktikan juga bahwa arena ini asik banget ya buat bermain layang-layang ataupun aktivitas lain," ujarnya, Jumat (4/9/2026).

Teguh melanjutkan, pihaknya bakal mengadakan BKT Run, lomba foto, sketsa dan belajar membuat gambar mengenai pemandangan dan sebagainya. Teguh mengaku, tujuan pihaknya menyelenggarakan kegiatan ini adalah karena Jakarta dialiri oleh 13 sungai. Seringkali masyarakat masih kurang mengoptimalkan atau bahkan kurang menghargai sungai-sungai di Jakarta.

"Meskipun akhir-akhir ini mereka sudah mulai peduli akan pentingnya sungai di Jakarta. Sungai di Jakarta itu sebetulnya fungsinya tidak hanya masalah ekologis kota, ruang terbuka, tetapi koridor sungainya itu kita bisa jadikan ruang aktivasi publik. Seperti ruang masyarakat berkumpul, taman kota, dan sebagainya," jelasnya.

Menurut Teguh, BKT memiliki potensi yang sangat bagus untuk dijadikan destinasi wisata lokal karena aliran sungai relatif panjang. Kemudian, kata Teguh BKT sering dijadikan area olahraga dan berkumpul masyarakat bersama teman maupun keluarga.

"Itu sebetulnya dan kita ingin yuk kita sama-sama membuka mata kembali akan arti pentingnya sungai tersebut. Inilah maksud saya membuka mata kepada masyarakat, kepada pemerintah, kepada semuanyalah. Yuk sama-sama kita mengaktivasi kembali semua koridor sungai tersebut menjadi arena-arena publik gitu kurang lebih maksud dan tujuannya," tandasnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Pemkot Jakarta Timur, Fauzi melanjutkan, kawasan BKT Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur sering digunakan berbagai kegiatan.

Salah satunya yang dilakukan secara rutin Kecamatan Duren Sawit per tiga bulan Dursa Vaganza. Artinya, di sana sering dijadikan tempat untuk membangun siklus ekonomi yang ada di Kecamatan Duren Sawit.

"Di sini ada bazar, kemudian ada penjualan terutama kepada para pegiat-pegiat urban farming. Ini menjadi medianya di sana. Ada bazar dari UMKM ya, kemudian seni juga berkembang di sini. Terakhir kemarin kalau nggak salah saat HUT Kota Jakarta, saya pun berkesempatan membuka acara Festival Dayung," tuturnya.

Ia mengapresiasi IAI Jakarta karena telah menginisiasi kegiatan pameran Festival Arsitektur Bantaran Sungai. Fauzi menambahkan, kegiatan ini sebagai wadah bagi para arsitek di Jakarta untuk menunjukan kepedulian terhadap sungai di ibu kota.

"Sekali lagi saya memberikan ucapan yang terima kasih yang setinggi-tingginya kepada IAI Indonesia. Kemudian yang kedua tentunya tidak hanya saja kita mengembangkan ataupun mengadakan kegiatan festival arsitektur ini," tutupnya. (m26)

https://wartakota.tribunnews.com/jakarta/900380/iai-jakarta-gelar-festival-arsitektur-bantaran-sungai-di-bkt-dorong-sungai-jadi-ruang-publik

BERITA LAINNYA